Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang timbullah penderitaan.
Banyak nya siksaan yang dialami manusia yang terjadi dan banyak di liput oleh media massa. Bahkan kadang – kadang ditulis dihalaman pertama dengan judul yang besar. Dengan demikian dalam satu pihak kasus siksaan, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, dan lain – lain merupakan sumber keuntungan. Karena dengan mengekspose berita – berita seperti itu, berbagai media mempunya keuntungan yang tinggi.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya sebuah kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak. Akibat dari perasaan bimbang yang dialami, sehingga ia merasa tersiksa saat itu.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Jika rasa takut itu dibesar – besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan.
Kekalutan mental merupakan gangguan jiwa akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala awal :
1.      Nampak jasmani mersakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2.      Nyeri pada jiwa dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, mudah marah
Sebab – sebab kekalutan mental :
1.      Kepribadian yang lemah, akibat jasmani atau mental yang kurang sempurna, hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendaj diri secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya
2.      Terjadi konflik akibat norma berbeda antara bersangkutan dengan apa yang ada didalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
3.      Pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan social
Proses kekalutan mental dialami seseorang kearah :
1.      Positif : trauma yang dialami sebagai usaha agar bersangkutan tetap hidup atau dengan bahasa lain move on.
2.      Negative : bersangkutan mengalami frustasi, tekanan batin akibat tidak tercapainya tujuan hidupnya.

Bentuk frustasi :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYdbJ0BagswT53odSU28o7UJ-MtPo7t29VIn0d3b6HMQmr6zLCHzEd3sF9xhDg4Kkc3RL0tbVIz5qHh0n31OUERe9BkfahHs9NsmTMEGP7bf3rAvZuSNo3xJjtdi7BRPFUQeLY_6ZQ8hFN/s1600/kekalutan-mental.jpg

1.      Agresi berupa kemarahan yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi
2.      Regresi kembali pada pola pemikiran primitive atau kekanak-kanakan semisall triak - triak
3.      Fiksasi adalah peletakkan atau pembatasan pada suatu pola yang sama semisal membisu
4.      Proyeksi usaha melempar kelemahan dan sikap – sikap sendiri yang negative pada orang lain
5.      Identifikasi menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasi nya semisal dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan dengan bintang film (padahal muka nya hancur sehancur – hancur nya)
6.      Narsisme self love yang berlebih, sehingga bersangkutan merasa dirinya superior dari pada orang lain
7.      Autism gejala menutup diri sendiri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain
Penderitaan dan perjuangan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPNpKZ6c0OZqfJe3RQ0G9OnBMaAWf_nzkLl6O2CNwlH3A_fwP3idGC1Fv4gudsTHdjWw5vw0M5YBAs4OdGL5_iimX1qcmArW3FPwzz9zGRomcXGHNyURNA5JODIIs7lUpuKECZhVLvdqk/s1600/anak-kelaparan.jpg
Seorang manusia pasti mengalami penderitaan baik berat maupun ringan. Penderitaan dapat dikatakan kodrat manusia. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.